Sejarah Singkat Perkembangan e-Commerce Sejak Tahun 1970-an

Penerapan Electronic Commerce bermula di awal tahun 1970-an, dengan adanya inovasi semacam electronic fund transfer (EFT). Saat itu tingkat aplikasinya masih terbatas pada perusahaan-perusahaan besar, lembaga keuangan, dan segelintir perusahaan kecil yang nekat. Lalu muncullah Electronic Data Interchange (EDI) yang berkembang dari transaksi keuangan ke pemrosesan transaksi lain serta memperbesar jumlah perusahaan yang berperan serta, mulai dari lembaga-lembaga keuangan hingga perusahaan manufaktur, ritel, layanan dan sebagainya.

Aplikasi-aplikasi lain kemudian menyusul, yang memiliki jangkauan dari perdagangan saham hingga sistem reservasi perjalanan. Pada saat itu sistem tersebut disebut sebagai aplikasi telekomunikasi yang nilai strategisnya sudah dikenal secara umum. Dengan adanya komersialisasi internet di awal tahun 1990-an serta pesatnya pertumbuhan yang mencapai hingga jutaan pelanggan potensial, maka muncullah istilah Electronic Commerce (e-Commerce) yang aplikasinya segera berkembang pesat.

Pusat riset e-Commerce di Universitas Texas yang mempelajari 200 perusahaan internet, sektor tumbuh paling cepat adalah e-Commerce yang naik sampai 72% dari $99,8 milyar menjadi $171,5 milyar. Pada tahun 2002 diatas satu triliun dolar pendapatan dihasilkan dari internet.

Satu alasan bagi pesat perkembangan teknologi tersebut adalah adanya perkembangan jaringan, protokol, perangkat lunak, dan spesifikasi. Alasan lain adalah meningkatnya persaingan dan berbagai tekanan bisnis lain.

Dari tahun 1995 hingga 1999 manusia telah menyaksikan berbagai aplikasi inovatif, mulai dari iklan hingga pelelangan dan pengalaman realitas maya. Hampir tiap organisasi menengah dan besar di Amerika Serikat telah memiliki situs web sendiri. Contohnya General Motors Corporation menawarkan 18.000 halaman informasi yang mencakup 98.000 link ke berbagai produk, layanan dan dealer-dealernya pada tahun 1998.

You may also like...