5 Tahap #Strategi Periklanan e-Commerce di Internet

Pengembangan Pemasaran Berbasis Teknologi Informasi (Internet)




Periklanan adalah penggunaan media bayaran oleh seorang penjual untuk mengkomunikasikan informasi pesuatif tentang produk (ide, barang, jasa) ataupun organisasi dan merupakan alat promosi yang kuat. Para pemasar Amerika menghabiskan 89 milyar dolar lebih setiap tahunnya untuk iklan. Iklan mempunyai berbagai macam bentuk (nasional, regional, lokal; konsumen, industri, eceran; produk, merek, lembaga; dan sebagainya) yang dirancang untuk mencapai berbagai macam tujuan (penjualan seketika, pengenalan merek, preferensi dan sebagainya).

Di perusahaan kecil, iklan ditangani oleh seseorang di departemen pemasaran atau penjualan, yang bekerjasama dengan biro iklan. Sedangkan perusahaan besar sering membentuk departemen periklanan sendiri.

Strategi periklanan pada e-commerce (internet) merupakan proses 5 tahap (lebih dikenal dengan 5M) yang terdiri dari penetapan tujuan (Mission), keputusan anggaran (Money), Keputusan pesan (Message), penetapan media (Media) dan evaluasi mengenai kampanye (Measurement).

1. penetapan tujuan (Mission)

Tujuan beriklanan di Internet tidak berbeda dengan tujuan yang dimiliki oleh periklanan lainnya, yaitu untuk membujuk pelanggan agar mau membeli produk atau jasa tertentu. Dengan demikian iklan internet ini dapat dilihat sebagai satu media alternatif atau pelengkap bagi media perikalan tradisional. Kepedulian pelanggan atas keberadaan alternatif ini meningkat dengan pesat. Meskipun periklanan internet hanya senilai 1 atau 2 persen dari total anggaran perikalan yang sebesar 100 milyar pertahun di Amerika Serikat, namun pada kenyataan ia terus tumbuh dengan pesat.

Tujuan periklanan dibagi menjagi beberapa golongan menurut sasarannya yaitu untuk memberi informasi, persuasi, atau mengingatkan para pembeli, menambah nilai dan membantu usaha lain perusahaan.

2. Anggaran Periklanan (Money)

Anggaran iklan bisa ditetapkan berdasarkan metode yang bisa dilakukan, seperti metode sesuai kemampuan, metode persentase anggaran penjualan, metode anggaran para pesaing, metode tujuan dan fungsi iklan, atau metode keputusan lain yang lebih rumit.

3. Keputusan Pesan (Message)

Untuk merancang pesan dibutuhkan strategi kreatif, melewati tahap pembentukan, evaluasi, seleksi dan pelaksanaan pesan. Pembentukan pesan terhadap produk pada prinsipnya merupakan manfaat utama yang ditawarkan merek sebagai pengembangan konsep produk. Pesan dari iklan harus dapat disampaikan secara kreatif, bahkan kreativitas ini lebih penting daripada jumlah uang yang dikeluarkan. Kreativitas dalam periklanan adalah proses beberapa tahap.

Graham Wallas membagi proses kreativitas tersebut menjadi 4 tahap, meliputi persiapan, inkubasi, iluminasi, verifikasi, dan revisi. Sumber variasi informasi tersedia utnuk membantu spesialiasi kreatif untuk menentukan tema kampanye, daya tarik atau gaya eksekusi.

Pada tahap preparasi informasi, latar belakang yang diperlukan dikumpulkan untuk memecahkan masalah lewat studi dan penelitian. Pada tahap inkubasi diambil langkah untuk mengembangkan ide kreatif tersebut. Tahap iluminasi melihat cahaya terang dari penyelesaian tersebut. Akhirnya pada tahap verifikasi dan revisi yang dilakukan adalah melihat kembali dan menyempurnakan ide serta memilih yang terbaik diantara ide kreatif tersebut.

4. Penetapan Media (Media)

Strategi memilih media internet merupakan penentuan media yang palinf efektif-biaya untuk menyampaikan pesan yang diinginkan kepada pasar sasaran. Strategi memilih media internet didahului dengan perumusan pengunjung jangkauan, impresi, pengaruh yang diinginkan, memilih tipe media, dan memilih strategi periklanan.

Untuk memilih media digital, yang diperlukan pertimbangan adalah pengunjung, impresi, dan pengaruhnya. Kesadaran pasar sasaran semakin tinggi dengan semakin tingginya pengunjun, jangkauan impreasi dan pengaruhnya.

Disamping itu harus dipertimbangkan pula biaya, keunggulan, dan keandalannya. Selanjutnya pengiklan mencari media yang paling efektif-biaya diantara berbagai media yang terpilih dan baru kemudian menentukan pilihan diantara yang ada.

5. Evaluasi Efektivitas Periklanan (Measurement)

Perencanaan dan pengendalian periklanan yang baik pada e-Commerce sangat bergantung pada ukuran efektivitas periklanan. Namun jumlah riset dasar mengenai efektivitas perikalan pada e-Commerce (internet) masih sedikit sekali.

Melakukan penilaian terhadap iklan di internet adalah lebih sulit dibandingkan melakukan hal yang sama untuk iklan konvensional. Salah satu alasan utamanya adalah sulitnya mengukur hasil pengiklan tersebut. Metode yang mungkin bisa digunakan diantaranya analisis cost-benefit, dan pricing ads. Anda bisa membaca sumber lain untuk mempelajari metode-metode tersebut.



You may also like...