Bisnis oleh-oleh makanan khas memang tidak ada matinya. Mengapa? Yang paling pasti adalah bisnis ini bergerak di bidang makanan. Dan, kita semua tahu bahwa makanan merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup. Apalagi kala libur datang, biasanya makanan khas tersebut laku keras, dan seringkali dijadikan sebagai oleh-oleh untuk sanak family di rumah.

Pada musim liburan tiba, hampir seluruh besar objek wisata akan dikunjungi oleh pengunjung baik yang lokal maupun luar daerah, bahkan mancanegara. Ketika berkunjung pasti mereka akan membutuhkan sesuatu untuk kenang-kenangan yang akan diberikan kepada orang terdekatnya.

Hal ini juga terjadi ketika hari raya tiba atau hari besar lainnya. Ketika para pemudik hendak pulang ke kampung halamannya, mereka pasti akan membawa sesuatu untuk dibagikan kepada sanak keluarga di rumah. Begitu pula ketika mereka hendak balik ke kota, biasanya mereka juga akan membawa oleh-oleh untuk teman-teman yang ada di kota.

Biasanya, oleh-oleh dan makanan khas yang laku keras berupa penganan khas atau tradisional. Sebab sifatnya yang bisa langsung dinikmati pada saat itu juga. Namun dengan semakin banyaknya produk penganan tersebut di pasar, tentu saja membutuhkan toko untuk menjajakan barang dagangan tersebut.

Mengapa Bisnis Oleh-Oleh Makanan Khas Daerah?

Kita tahu, bahwa bisnis oleh-oleh dan makanan khas termasuk bisnis yang bergerak di bidang kuliner. Bisnis makanan atau kuliner adalah bisnis yang tidak akan pernah mati namun justru akan terus berkembang. Bisnis ini akan selalu tumbuh sejalan dengan semakin kreatifnya pelaku usaha dalam menciptakan berbagai jenis resep makanan baru.

Kemudian, ada banyak variasi makanan khas daerah, sebab setiap daerah memiliki makanan khas dengan ciri-ciri khas tertentu. Hal ini juga merupakan salah satu keuntungan tersendiri bagi penjual produk tersebut.

Budaya masyarakat kita, ketika berkunjung ke suatu tempat (daerah), mereka akan mengusahakan untuk membawa sesuatu untuk dibagikan kepada sanak keluarga di rumah. Ini juga menjadi peluang untuk bisnis ini dalam mendapatkan lebih banyak penjualan, terutama kala libur tiba.

Jika kamu tidak memiliki kemampuan untuk membuat makanan khas daerah tersebut, tidak perlu kawatir, karena saat ini, semakin banyak pelaku industri makanan khas yang bermunculan di pasar. Sehingga kamu tidak perlu harus bersusah payah terlibat dalam produksi. Kamu hanya perlu menjualnya, lalu mengambil keuntungan dari selisih harga jual dan harga belinya.

Apakah Kamu Tertarik?

Jika sudah ada rencana, sedikit pertimbangan untuk kamu, pertama, yang perlu kamu lakukan adalah memilih lokasi paling strategis dan ramai pengunjung. Misalnya lokasi di sekitar jalan utama yang dilalui bus pariwisata, sehingga ada kemungkinan pengunjung di dalam bus tersebut singgah untuk membeli produk kamu dalam jumlah yang cukup banyak. Hendaknya, lokasi itu berada di area wisata yang ramai dikunjungi.

Setelah lokasi ditetapkan, selanjutnya adalah menentukan konsep toko yang akan menampung barang-barang yang akan ditawarkan. Buatlah konsep toko yang sangat unik dan menarik perhatian pengunjung. Konsep toko tersebut adalah salah satu pembeda antara toko kamu dengan toko yang lain.

Untuk memberikan kesan rapi pada toko, sebaiknya persiapkan rak-rak dengan ukuran yang sesuai. Hendaknya tidak memilih rak yang tidak dapat dengan ukuran barang, sebab akan memberi kesan kurang serasi dari pkamungan pengunjung. Display produk yang tampak rapi dan bersih, akan membuat pengunjung tertarik untuk membeli.

Penting bagi kamu untuk menerapkan manajemen usaha yang baik. Dalam hal ini kamu mungkin perlu mempertimbangkan aspek manajemen pengelolaan toko. Selain itu, kamu juga perlu mendapatkan sumber daya manusia yang unggul dan penuh semangat dalam menjalankan usaha.

Sementara, untuk produk yang akan dijual, pilihlah produk yang dianggap laku keras, sehingga perputaran produk dan keuntungannya menjadi lebih cepat juga.

Setelah memutuskan produk apa yang akan kamu jajakan, selanjutnya jalin kerjasama dengan industri yang memproduksinya. Kamu juga tidak boleh asal-asal memilih produsen, pertimbangkan masalah kualitas produk dan harga produk.

Agar usaha kamu lebih cepat dikenal oleh masyarakat banyak, sebaiknya lakukan juga promosi secara bertahap atau secara besar-besaran. Promosi tersebut tidak perlu harus dengan mengeluarkan modal yang sangat besar. Sebab saat ini, media sosial dan internet sudah bisa digunakan untuk promosi usaha dan modalnya juga tidak banyak. Sebagian juga ada yang menyebarkan brosur kepada pengunjung wisata secara langsung. Coba terapkan juga atau temukan cara lain yang lebih signifikan.

Jika Kamu Ingin Keuntungan Usaha Lebih Optimal, Ini Beberapa Saran Sederhana Untuk Kamu:

Kamu harus ingat, makanan hampir sama seperti pakaian, yang seringkali menganut trend. Maka dari itu kamu harus tahu makanan mana yang sedang booming atau banyak dicari pembeli. Dengan menyediakan makanan yang lagi dicari di pasaran, maka peluang untuk mendapatkan keuntungan semakin besar. Selain itu, nama toko yang kamu kelola juga semakin terkenal oleh banyak orang. Sehingga bukan tidak mungkin lagi jika suatu saat nanti mereka akan kembali lagi ke toko kamu.

Kemudian coba terapkan sistem rotasi dalam hal tata letak produk. Ini dilakukan agar produk yang dijual terkesan lebih beragam dan bervariasi. Selain itu, pengunjung yang sama juga tidak merasa jemu dan bosan dengan desain tata letak toko kamu.

Coba juga tawarkan sistem paket kepada pelanggan. Trik ini berfungsi untuk menjual produk yang kurang diminati pelanggan, sehingga ikut terjual dalam paket yang telah ditetapkan bersamaan dengan terjualnya produk yang paling laku. Misalnya, dengan harga tertentu pembeli mendapatkan beberapa jenis oleh-oleh dan makanan khas secara sekaligus. Ini juga termasuk sistem yang bagus untuk diterapkan.

Cara lainnya adalah bekerjasama dengan berbagai biro perjalanan, hotel dan sarana transportasi yang berkaitan dengan pariwisata. Kerja sama ini akan menambah tingkat penjualan karena setiap tamu yang menggunakan jasa mereka akan diantar ke toko kamu untuk mencari oleh-oleh. Kamu hanya perlu menyediakan sedikit modal untuk diberikan kepada biro perjalanan tersebut. Namun keuntungan yang kamu dapatkan sangat banyak.

Lalu berapa dana yang harus kamu keluarkan untuk memulai bisnis ini?

Berikut perkiraan investasi awal dan biaya operasional yang akan dikeluarkan untuk membangun dan menjalankan bisnis oleh-oleh makanan khas tersebut. Selain itu, juga disajikan perkiraan jangka waktu balik modalnya.

Ingat, Ini hanyalah perkiraan kasar saja. Fakta yang akan kamu temukan di lapangan mungkin sangat berbeda dengan perkiraannya. Semua perkiraan mulai dari biaya, modal, dan jangka waktu balik modal sangat relatif dan banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut diantaranya, Lokasi, Nilai Mata uang, Jumlah Pelanggan, dan sebagainya. Kamu mungkin akan mendapatkan keuntungan lebih banyak atau lebih sedikit dari jumlah perkiraan tersebut.

Analisa Modal Awal

Sewa Tempat (1 tahun) + Renovasi Rp 20.000.000
Penyediaan Barang Awal Rp 15.000.000
Papan nama, spanduk Rp 1.000.000
Kursi dan meja Rp 1.000.000
Seragam karyawan (3 orang) Rp 500.000
Total biaya investasi awal Rp 37.500.000

Biaya Operasional per Bulan

Gaji karyawan (3 orang) Rp 5.000.000
Kulakan Produk makanan, transportasi Rp 5.000.000
Beban listrik, air dan telephone Rp 500.000
Total biaya operasional/bulan Rp 10.500.000

Perkiraan Jangka Waktu Balik Modal

Perkiraan omset/bulan:
@ Rp 15.000 X 50 item X 30 hari
Rp 22.500.000
Laba/Bulan:
Rp 22.500.000 – Rp 10.500.000
Rp 12.000.000
Jangka Waktu balik modal:
Rp 37.500.000 : Rp 12.000.000
3,1 bulan atau
3-4 Bulan

Kesimpulan: Tips Sukses

Mungkin perlu diingatkan lagi, bahwa bisnis ini adalah bisnis makanan khas daerah untuk oleh-oleh, karena itu pastikan bahwa makanan tersebut benar-benar berasal dari daerah asal. Jangan sampai melakukan kecurangan dengan menjual produk yang tidak sesuai dengan yang diharapkan pelanggan dan hanya ingin memperoleh laba yang besar saja.

Makanan tentunya juga harus unik. Alasan orang membeli suatu produk terutama makanan khas ini berawal dari kesan pertama ketika melihat produk tersebut. Maka kamu perlu membuat kemasan produk yang menarik dan unik.

Dikarenakan produk yang kamu jual adalah makanan, maka kamu perlu memperhatikan kualitas produk yang dijual dengan meminimalisir kerusakan. Dalam hal ini, hendaknya lebih memperhatikan cara penyimpanan produk karena mempengaruhi kualitas produk itu sendiri.

Selain itu, apabila kamu berencana mendirikan atau menyewa toko atau ruko, pastikan ada tempat parkirnya. Ini masalah yang sederhana, tetapi faktanya lahan parkir yang luas mempengaruhi jumlah pengunjung yang datang. Bayangkan sekamuinya ada pengunjung yang hendak berbelanja, tetapi lahan parkir yang tersedia tidak mencukupi untuk memarkir kendaraan mereka. Akhirnya mereka akan memilih tempat lain untuk berbelanja. Ini jelas akan membuat pelanggan kecewa dan keuntungan yang seharusnya didapatkan jadi hilang begitu saja.

Terakhir, sebagai pemilik kamu harus ikut serta mengamati bisnis tersebut. Lebih baik lagi jika kamu ikut serta dalam melayani konsumen. Sebab terkadang konsumen lebih tertarik untuk membeli produk ketika bertemu langsung dengan pemiliknya. Mungkin hal ini karena konsumen merasa lebih percaya akan produk yang dijual ketika bertemu langsung dengan pemiliknya.

by the way, jika ditelusuri, sebagian penjual kuliner khas ini keliatannya sudah mulai meng-online-kan usaha mereka, bahkan sebagian juga sudah membuatkan aplikasi khusus untuk keperluan pemesanan dan informasi harga. Kamu juga harus melakukannya. Ini mungkin bisa menunjang penjualan produk kamu, sekaligus alih-alih promosi.