Mengembangkan Usaha Baru Dengan Strategi yang Mantap

Cara mengembangkan bisnis baru

Istilah pengembangan usaha sering mengacu pada pengaturan dan mengelola hubungan strategis dan aliansi dengan yang lain, perusahaan pihak ketiga. Dalam hal ini perusahaan dapat memanfaatkan satu sama lain keahlian, teknologi atau kekayaan intelektual untuk memperluas kapasitas mereka dalam mengidentifikasi, meneliti, menganalisa dan membawa ke pasar usaha baru dan produk baru, pengembangan usaha berfokus pada implementasi dari rencana usaha strategis melalui ekuitas pembiayaan, akuisisi/divestasi teknologi, produk dan lain-lain.

Jadi, Pengembangan usaha adalah tugas dan proses persiapan analisis tentang peluang pertumbuhan potensial, dukungan dan pemantauan pelaksanaan peluang pertumbuhan usaha, tetapi tidak termasuk keputusan tentang strategi dan implementasi dari peluang pertumbuhan usaha (Wikipedia Indonesia).

Pengembangan usaha adalah tugas dan proses persiapan analitis tentang peluang pertumbuhan potensial, dukungan dan pemantauan pelaksanaan peluang pertumbuhan usaha, tetapi tidak termasuk keputusan strategis dan implementasi dari peluang pertumbuhan usaha. Sedangkan untuk usaha yang besar terutama dibidang teknologi industri, istilah pengembangan usaha mengacu pada pengaturan dan mengelola hubungan strategis dan aliansi dengan yang lain.

Secara umum kegiatan pengembangan usaha berkaitan dengan kegiatan memikirkan, menimbangkan, memutuskan dan menentukan hal-hal yang dapat dirumuskan menjad 5H+1H, yaitu:

What” berkaitan dengan apa yang akan dikerjakan pengusaha dalam pengembangan usaha. “When” berkaitan dengan kapan pengembangan usaha itu akan dilaksanakan.

Who” berkaitan dengan siapa yang aka terlibat dalam menjalankan tugas-tugas untuk mengembangkan usaha tersebut.

Why” berkaitan dengan mengapa pengusaha itu melakukan pengembangan usaha.

Where” berkaitan dengan dimana pengembangan usaha itu dapat terlaksana dengan baik.

How” berkaitan dengan bagaimana cara menjalankan pengembangan usaha tersebut agar menghasilkan output yang optimal.

Unsur-unsur dalam pengembangan usaha yang perlu diketahui

Pengembangan usaha merupakan energi khusus untuk bisa mencapai hasil yang diinginkan. Energi khusus itu adalah diharapkan memperhatikan unsur-unsur penting dalam pengembangan usaha (Ahmad Faris Muharam, 2012) yaitu:

1. Pihak Internal (Unsur yang berasal dari dalam):

Dalam pengembangan usaha penting adanya niat dari pengusaha atau wirausaha tersebut untuk mengembangkan usahanya menjadi lebih besar. Lalu mengetahui teknik memproduksi barang seperti berapa banyak barang yang harus diproduksi, cara apa yang harus digunakan untuk mengembangkan barang/produk, dan sebagainya. Hingga membuat anggaran yang bertujuan seberapa besar pemasukan dan pengeluaran produk.

2. Pihak Eksternal (Unsur dari pihak luar)

Pengusaha perlu mengikuti perkembangan informasi dari luar usaha. Lalu Mendapatkan dana tidak hanya dari dalam seperti meminjam dari luar. Kemudian mengetahui kondisi lingkungan sekitar yang baik atau kondusif untuk usaha.

Menyelaraskan kegiatan dengan unsur-unsur pengembangan bisnis

pengembangan usaha baru

pengembangan usaha baru by pexels.com

Dorongan untuk menyelaraskan agar kegiatan pengembangan bisnis dengan unsur-unsur yang penting dalam pengembangan usaha diperlukan juga berbagai cara (Ahmad Faris Muharam, 2012), yaitu:

1. Harga dan Kualitas

Harga dan kualitas adalah unsur strategi yang paling umum ditemui. Strategi ini bisa digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa berkualitas prima dan harga yang sesuai atau menghasilkan barang berbiaya rendah dan menjualnya dengan harga yang murah pula.

2. Cakupan jajaran produk

Suatu jajaran produk atau jasa yang bervariasi memungkinkan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam satu tempat saja. Hal ini juga bisa mendorong perekonomian yang pada gilirannya akan memberi untung pada konsumen. Namun sebaliknya, sebuah jajaran produk yang sedikit memungkinkan untuk menggali potensi produk tersebut dengal lebih dalam, mungkin termasuk banyak alternatif untuk jenis produk yang sama. Variasi produk yang sedikit juga bisa disandingkan dengan keahlian yang seksama.

3. Layanan

Siasat lain yang bisa diterapkan adalah menyertakan sebuah layanan berkualitas saat menjual sebuah produk. Cara ini diyakini dapat membedakan usaha dari para pesaing yang hanya menawarkan sedikit atau bahkan tidak menawarkan layanan tambahan sama sekali (Entrepreneur.com).

4. Kreativitas

Kreativitas merupakan salah satu unsur penting yang perlu dijadikan sebagai salah satu karakter dalam mengelola usaha. Kreativitas memberikan banyak kontribusi bagi pengembangan sebuah usaha. Usaha usaha sangat perlu dikelola secara kreatif oleh pemiliknya dalam segala aspek, mulai dari ide, produksi, juga pada teknik pemasaran yang juga harus mengacu pada prinsip kreatif dan inovatif.

Tahap-tahap yang akan dilalui pengusaha dalam mengembangkan usaha

pengembangan bisnis baru

pengembangan bisnis baru by pexels.com

Secara umum dalam pengembangan usaha ada beberapa tingkatan yang perlu kamu ketahui yaitu: tingkatan produk, tingkat komersial, tingkat korporasi, dan tingkat keamanan dalam proses penjualan barang. Berikut penjelasannya:

1. Tingkat Produk

Pada level produk pengembangan usaha berarti mengembangkan produk atau teknologi baru. Meskipun tingkat perkembangan usaha dapat berbeda antar perusahaan. Kategori tingkat pengembangan usaha disebut perkembangan incremental, yaitu perkembangan yang meningkatkan fungsi yang ada di platform atau teknologi, sementara pengembangan mengganggu atau terputus-putus, benar-benar hal baru yang dikembangkan dari awal.

2. Tingkat Komersial

Dalam contoh bentuk pengembangan usaha ditingkat komersial berarti prospek murni et Dur, ini berarti berburu pelanggan baru di segmen pasar yang baru. Dengan demikian pekerjaan ini memerlukan individu secara psikologis yang kuat dan yang sangat mendorong untuk mampu menangani banyak masalah. Tingkat berikutnya dari pengembangan usaha komersial adalah saluran atau setiap organisasi penjualan. Saluran atau organisasi penjualan terdiri dari mitra, agen, distributor, pemegang lisensi, franchise, atau cabang perusahaan itu sendiri, baik nasional atau internasional. Terakhir tingkat pengembangan usaha komersial adalah tingkat rantai nilai.

Pada pengembangan rantai nilai tingkat usaha adalah tentang mengembangkan penawaran produk secara keseluruhan akan menemukan jenis pengembangan usaha/usaha di perusahaan-perusahaan teknologi yang telah mengembangkan platform yang harus diintegrasikan atau dikombinasikan dengan teknologi lain atau platform untuk membentuk seluruh produk. Produk tersebut umumnya terdiri dari beberapa teknologi untuk membuatnya tetap hidup. Itu tidak dikembangkan hanya oleh satu perusahaan saja, tetapi beberapa perusahaan untuk menghemat waktu dalam proses usaha.

3. Tingkat Korporasi

Bila organisasi harus memutuskan apakah akan membuat atau membeli kompetensi organisasi tertentu kemudian memasuki bidang pengembangan usaha perusahaan. Fokusnya bukan pada produk maupun komersial melainkan pada korporasi tingkat usaha.

4. Tingkat Keamanan Dalam Proses Penjualan

Menjual produk dengan harga yang terjangkau dan memiliki kualitas.

Langkah-Langkah Mengembangkan Usaha Baru

pengembangan bisnis baru

pengembangan bisnis baru, by Photoduet/Freepik

Pengembangan usaha mengindentifikasi dan membangun kemitraan yang menambah nilai jual perusahaan, tujuan akhirnya mendorong pemasukan, distribusi atau meningkatkan nilai yang terkandung pada produk atau jasa yang dipasarkan tersebut. hal ini jelas berbeda dengan sales yang hampir selalu berfokus pada cara-cara tertentu untuk mendatangkan pemasukan yang lebih banyak bagi perusahaan. Perbedaan serupa terlihat saat mempekerjakan sales leader pada tahap awal pembentukan usaha atau saat usaha sudah berada pada tahap dewasa. Dalam upaya untuk memperluas pengembangan usaha ada beberapa cara, yaitu:

1. Meningkatkan pemasaran dan memperluas jaringan

Pelanggan benci dengan produsen yang tidak memberikan pelayanan pasca mereka membeli produk tersebut. penting untuk fokus pada membangun hubungan dengan pelanggan, jangan hanya memikirkan untuk mendapatkan keuntungan semata. Dalam hal ini meningkatkan pemasaran dan memperluas jaringan ada beberapa langkah yang harus ditempuh, diantaranya:

a. Kenalilah pelanggan. Dengan mengidentifikasi target pasar akan membantu dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif.

b. Promosi usaha dan produk. Lakukan upaya promosi atau memperkenalkan produk usaha kepada konsumen. Usahakan agar promosi yang dilakukan konsisten, terus-menerus, dan dengan cara-cara kreatif sehingga pelanggan tidak merasa bosan. Dengan berbagai usaha tersebut, otomatis akan menemukan pelanggan yang membutuhkan produk yang ditawarkan.

2. Jaringan melalui klien yang sudah ada dan vendor

Jangan sia-siakan kesempatan bila bekerjasama dengan klien dan vendor yang telah memberikan kesempatan usaha berulang kali karena mereka menyukai pekerjaan calon wirausaha. Mintalah mereka untuk memberikan arahan dan rekomendasi yang akan membantu mendapatkan kesempatan usaha dari pihak lain.

3. Fokus pada feedback dan pelanggan

Jawaban sederhana untuk pertanyaan bagaimana untuk mengembangkan usaha adalah bahwa wirausaha harus mendengar apa yang terjadi di pasar dan pendapat para pelanggan. Jika pelanggan tidak puas dengan produk atau jasa yang ditawarkan, terlihat pada hasil penjualan. Fokus untuk mendengarkan umpan balik tentang usaha yang sedang dijalankan akan memberi wawasan yang lebih luas.

4. Diversifikasi

Banyak usaha lupa bahwa mereka sebenarnya memiliki kemampuan untuk memberikan penambahan produk dan layanan bagi pelanggan, yang sudah setia memakai produk yang dijual. Untuk memahami bagaimana untuk mengembangkan usaha, pertimbangkan untuk memilih diversifikasi atau perluasan jenis produk dan layanan. Maka akan ada kemungkinan untuk menangkap segmen pasar baru.

5. Memberikan isentif tambahan kepada karyawan

Karyawan adalah bagian vital dari perusahaan yang memungkinkan suatu perusahaan dapat beroperasi. Jadikan karyawan sebagai partner usaha dan bukan mesin usaha. Perusahaan perlu memberikan penghargaan untuk para karyawan atas jasa mereka, apakah dalam bentuk bonus gaji, penambahan fasilitas atau waktu cuti.

6. Perencanaan sebuah strategi

Dalam menjalankan sebuah usaha apapun itu pasti membutuhkan sebuah strategi, tujuannya adalah mempermudah serta membantu pelaku usaha dalam memperhitungkan anggaran-anggaran yang nantinya akan dikeluarkan. Selain itu strategi usaha juga menjadi acuan untuk mengembangkan usaha kecil menjadi lebih besar.

7. Penghematan biaya operasional setiap bulan

Dalam proses pengembangan usaha, pelaku usaha tidaklah harus mengeluarkan biaya operasional yang terlalu besar. Usahakan untuk memulai sebuah usaha dengan biaya minim agar laba usaha yang didapatkan bisa lebih besar. Hal itu bertujuan untuk menekan dan mengurangi biaya yang ada. Dalam proses pengembangan ini tentu saja kreativitas kita diuji dalam menciptakan ide-ide baru namun teta hemat biaya pengeluaran.

8. Mengenali para pesaing

Jika kita tidak mengenali lawan atau pesaing usaha, pasti kita tidak mengetahui apa yang harus dilakukan, karena dalam proses ini pelaku usaha akan selalu dituntut untuk bisa menciptakan inovasi-inovasi baru untuk mengembangkan usaha sehingga usaha yang dilakukan bisa lebih dilirik konsumen dibandingkan dengan produk lain.

9. Survei Harga Pasar

Dalam mengembangkan usaha, pelaku usaha tentu saja diwajibkan untuk mengetahui harga pasar. Tujuannya adalah untuk mengetahui harga pasar yang sebenarnya. Ini juga untuk berjaga-jaga ketika harga pasar mengalami penurunan maupun kenaikan sehingga tidak salah mengambil keputusan. Jika terjadi kesalahan dalam mengambil tindakan, bisa jadi itu sangat fatal dan mempengaruhi penjualan produk yang ditawarkan tersebut.

Kendala yang mungkin dihadapi oleh pengusaha muda dalam mengembangkan usaha

pengembangan bisnis baru by pexels.com

pengembangan bisnis baru by pexels.com

Mempertahankan eksistensi dan mengembangkan usaha bukanlah persoalan mudah untuk dilakukan. Bila mudah, sudah pasti semua orang akan menjadi pengusaha yang sukses, lalu siapa yang akan menjadi pekerjaannya. Strategi yang matang harus dipersiapkan untuk membuat usaha lebih maju dari sebelumnya. Banyak pelaku usaha kurang mencermati hal ini, sehingga yang terjadi adalah kerugian hingga akhirnya usaha tersebut gulung tikar.

Namun, jika dipelajari dengan benar, hal ini tidak akan menjadi masalah yang berat untuk dihadapi. Bahkan akan menjadi sebuah tantangan yang pada akhirnya bisa menumbuhkan ide-ide kreatif tersendiri. Terlepas dari tantang yang ada maka ada berbagai hambatan dalam mengembangkan usaha. Hambatan-hambatan tersebut secara umum adalah:

1. Dana atau Modal Usaha

Faktor dana atau modal merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengembangkan suatu unit usaha. Kurangnya permodalan UKM, oleh karena pada umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang sifatnya tertutup, yang mengandalkan modal dari pemilik yang jumlahnya sangat terbatas, sedangkan modal pinjaman dari lembaga keuangan seperti Bank sulit diperoleh karena persyaratan secara administratif dan teknis yang diminta tidak terpenuhi.

2. Pemasaran Produk

Kesulitan dalam memasarkan produk mengacu pada penjualan yang tidak efektif dan efisien sehingga mengakibatkan persediaan produk di gudang menjadi menumpuk atau over produk, hal ini akan menciptakan biaya persediaan meningkat dan pemasukan perusahaan menjadi berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Bargaining Power pengusaha kelas bawah dalam menghadapi pengusaha kelas atas selalu lemah, terutama yang berkaitan dengan penentuan harga dan sistem pembayaran, serta pengaturan tata letak produk di department store dan supermarket. Terkadang, persaingan tidak sehat juga menjadi penyebab hal ini bisa terjadi.

Minimnya informasi untuk memasarkan produk di dalam maupun di luar negeri adalah masalah utama yang cukup serius bagi pengusaha kelas bawah. Misalnya tentang produk apa yang diinginkan pembeli, siapa yang membeli, dimana pasar yang paling berpotensi, bagaimana cara memasarkan produk, dan tender pekerjaan utamanya pada usaha jasa.

3. Persaingan

Persaingan usaha yang semakin ketat mendesak para pengusaha bersaing dengan pengusaha lain yang terkadang jauh lebih baik dari pengusaha lainnya. Hal ini jika tidak diantisipasi maka pengusaha yang kalah bersaing akan mengalami kegagalan produk.

4. Bahan Baku

Kesulitan dalam bahan baku adalah faktor yang sangat vital dalam proses pengembangan usaha. Jika ada bahan baku maka perusahaan akan tidak bisa melakukan kegiatan produksi. Rantai bahan baku kurang memadai dan berfluktuasi antara lain disebabkan oleh adanya kebijakan ekspor dan impor yang berubah-ubah, pembeli besar yang menguasai bahan baku, keengganan pengusaha besar untuk membuat kontrak dengan pengusaha kecil.

Selain itu bahan baku masih terlalu tinggi dan berfluktuasi karena sturktur pasar bersifat monopolistik atau dikuasai pengusaha pasar. Kualitas bahan baku rendah, antara lain karena adanya standarisasi dan manipulasi kualitas bahan baku. Sistem pembelian bahan baku secara tunai menyulitkan pengusaha kecil, sementara pembayaran penjualan produk umumnya tidak tunai.

5. Keahlian teknis dan tenaga ahli

Seorang pengusaha membutuhkan tim kerja dan spesialisasi untuk mengembangkan perusahaannya. Untuk itu, pengusaha tersebut harus terus berinvestasi pada manusia dalam mengembangkan perusahaannya.

6. Teknologi

Tenaga kerja terampil sulit diperoleh dan dipertahankan karena lembaga pendidikan dan pelatihan kurang mampu menghasilkan tenaga terampil yang sesuai dengan kebutuhan pengusaha kecil. Akses dan informasi sumber teknologi masih kurang dan tidak merata, sedangkan upaya penyebarluasan masih kurang gencar. Spesifikasi peralatan yang sesuai dengan kebutuhan (teknologi tepat guna) sukar diperoleh. Lembangga independen belum ada dan belum berperan, khususnya lembaga yang mengkaji teknologi yang ditawarkan oleh pasar kepada pengusaha kecil, sehingga teknologi ini tidak dapat dimanfaatkan secara optimum.

Peran instansi pemerintahan, non pemerintahan dan perguruan tinggi dalam mengidentifikasi, menemukan, menyebarluaskan dan melakukan pembinaan teknis tentang teknologi baru atau teknologi tepat guna bagi pengusaha kecil masih kurang intensif.

9. Manajemen

Pola manajemen yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan usaha sulit ditemukan, antara lain karena pengetahuan dan manajerial skill pengusaha kecil relatif rendah. Akibatnya pengusaha kecil belum mampu menyusun strategi usaha yang tepat. Pemisahan antara manajemen keuangan perusahaan dan keluarga atau rumah tangga belum dilakukan, sehingga pengusaha kecil mengalami kesulitan dalam mengontrol atau mengatur cash flow, serta dalam membuat perencanaan dan laporan keuangan.

10. Birokrasi

Perizinan tidak transparan, mahal, berbelit-belit, diskriminatif, lama dan tidak pasti, serta terjadi tumpang tindih vertikal antara pusat dan daerah, horizontal antara instansi daerah. Penegakan dan pelaksanaan hukum dan berbagai ketentuan masih kurang serta cenderung kurang tegas. Pengusaha kecil dan asosiasi usaha kecil kurang dilibatkan dalam perumusan kebijakan tentang usaha kecil. Pungutan atau biaya tambahan dalam pengurusan perolehan modal dari dana penyisihan laba BUMN dan sumber modal lainnya yang cukup tinggi. Mekanisme pembagian kuota ekspor tidak mendukung usaha kecil untuk mampu mengekspor produknya. Banyaknya pungutan seringkali tidak disertai dengan pelayanan yang memadai.

11. Infrastruktur

Listrik, air dan telepon bertarif mahal dan seringkali menghadapi gangguan disamping pelayanan petugas yang kurang baik. Kurangnya prasarana yang memadai seperti jalan, listrik, telepon, air, serta fasilitas penanganan limbah dan gangguan.

12. Kemitraan

Kemitraan antara usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar dalam pemasaran dan sistem pembayaran, baik produk maupun bahan baku dirasakan belum bermanfaat. Hubungan kemitraan tersebut dalam transfer teknologi masih kurang baik.

13. Pengembangan Produk

Banyak pengusaha muda salah dalam menentukan usaha yang akan ditekuni. Kebanyakan kegagalan pengusaha adalah membuat produk yang tidak dibutuhkan masyarakat. Maka penting sekiranya mendapatkan saran agar membuat produk “demand driven” yaitu produk-produk yang dibutuhkan masyarakat.

14. Memetakan Kompetisi

Calon pengusaha untuk melakukan riset S.W.O.T (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dan terus mengawasi para pesaing. Penyusunan rencana sangat penting bila kompetisi terus terjadi. Seperti Perusahaan Kodak yang merupakan penemu foto digital pertama dan kuat di fotografi. Namun karena mereka kuat menjadi tidak waspada sehingga dilewati oleh kompetitor dan akhirnya mereka gulung tikar.

15. Permintaan

Pelanggan adalah raja. untuk itu pengusaha harus menentukan siapa yang akan menjadi prioritas atas produk yang dijual. Penentuan segmentasi ini untuk mengetahui karakteristik pelanggan.

16. Pricing

Penentuan harga merupakan hal yang paling sulit untuk ditentukan oleh pengusaha yang baru terjun dalam dunia usaha. Harga yang telah ditentukan harus dapat berubah menyesuaikan situasi ekonomi, atau berinovasi dengan menciptakan produk baru yang terjangkau. Seperti Unilever yang juga menciptakan kemasan sachet, sehingga konsumen kelas bawah juga bisa membelinya.

17. Siklus Penjualan

Pengusaha pemula harus memperhatikan siklus penjualan produknya, apakah tahan lama atau tidak. Pengusaha juga harus memperhatikan lamanya produk tersebut dipasaran dengan terus berinovasi mengeluarkan produk baru. Setiap beberapa bulan sekali rilis produk baru, sehingga para pesaing tidak dapat mengejar inovasi yang dilakukan.

18. Stok

Dalam usaha perdagangan eceran atau grosir jika membeli stok yang lokasinya jauh dari tempat usaha sering terjadi keterlambatan dan membuat stok kurang lengkap dan dapat menghambat pemasukan.

19. Biaya Awal

Biaya awal yang tinggi adalah biaya untuk operasional dan perputaran awal bisa diartikan belum ada strategi keuangan dalam pengertian improvisasi anggaran dan belanja.

20. Perusahaan dipimpin oleh beberapa orang

Sering terjadi pada perusahaan yang dikelola dan dipimpin oleh beberapa orang terjadi perbedaan pandangan dalam membuat fungsi dan hak dalam menjalankan roda usaha. Sehingga perbedaan keputusan yang tidak menghasilkan keputusan utama yang akhirnya menyebabkan usaha tersebut berhenti.

Final Words

Ketika, pengusaha memutuskan untuk melakukan pengembangan usaha, banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan diantaranya: Membantu pengusaha berorientasi ke masa depan pengembangan usaha. Lalu mengkoordinasikan keputusan dan menentukan gagasan dalam pengembangan usaha. Selain itu, mengembangkan usaha baru juga membantu pengusaha meningkatkan akses pasar dan memperbesar pangsa pasar dalam rangka pengembangan usaha. Kemudian membantu pengusaha untuk meningkatkan akses dan penguasaan teknologi, juga membantu pengusaha meningkatkan akses sumber modal usaha dan memperkuat struktur modal. Selain itu pengembangan usaha akan membantu pengusaha untuk meningkatkan kemampuan organisasi dan manajemen dalam rangka pengembangan usaha.


Referensi:
https://harrisfadilah.wordpress.com/2012/04/17/pengembangan-usaha/
https://harrisfadilah.wordpress.com/2012/04/17/pengembangan-usaha/
achmadfarismuharam.blogspot.com/2012/11/pengembangan-usaha.html
Entrepreneur.com
Bisnisukm.com/cara-mengembangkan-usaha-dengan-cepat
Asritadda.com/cara-mengembangkan-usaha

Photo Designed by Photoduet/Freepik | Pexels.com

You may also like...