Sudah selayaknya pengusaha muslim menerapkan unsur-unsur spiritual islam dalam berbisnis demi mencapai tujuan bisnis. Spirit ibadah kepada Allah ini dapat menjadi landasan bisnis yang sangat kokoh, karena setiap aktivitas mendapatkan keuntungan yang selalu berkaitan erat kepada Sang Pemilik Alam semesta (The Creator). Itulah sebabnya tatanan kerja yang dibangun menjadi lebih sakral dibandingkan dengan sekadar mendapatkan keuntungan finansiao semata. Kekuatan inilah yang menjadi turbin penggerak semangat berjuang para penganutnya.

Usaha-usaha yang dilandaskan aktivitasnya pada nilai-nilai spiritual nyatanya justru terbukti mampu bertahan dan berkembang secara baik. Oleh karena itu, kita dapat melihat semakin banyak perusahaan-perusahaan yang menyandarkan aktivitasnya pada aspek spiritual. Kehadirannya bukan hanya sekadar untuk mendapatkan keuntungan bagi pribadi-pribadi semata, tetapi lebih dari itu. Bertujuan untuk mengangkat marwah manusia secara keseluruhan.

Jika kita menyandarkan bisnis pada aspek spiritualitas ini ada banyak manfaat yang didapatkan oleh perusahaan. Pada bagian hukumnya terutama, bisnis perusahaan lebih terkontrol dan jauh dari kecurangan karena menghalalkan segala cara, yang merupakan awal dari kebangkrutan. Kemudian, produktivitas dan kinerja perusahaan juga cenderung akan meningkat. Salah satunya adalah karena terbangunnya suasana kerja yang harmonis atau hadirnya sinergi di antara karyawan dan pemimpin perusahaan. Perpindahan karyawan juga akan cenderung menurun karena mereka lebih betah. Dengan begitu secara tidak langsung image (citra) perusaan juga akan baik (positif). Maka secara otomatis perusahaan dapat tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.

Khususnya umat muslim perilaku dan kehidupan Rosulullah sebenarnya telah mengajarkan kita banyak hal untuk mencapai kesuksesan di dunia dan juga di akhirat. Beliau telah meninggalkan harta warisan yang sangat berguna tanpa kita sadari dengan baik. Menurut Ahmad Armani (2010), setidaknya Rosulullah telah meninggalkan delapan warisan yang mutlak dimiliki oleh wirausaha sebagai pegangan untuk mencapai kesuksesan berbisnis. Penerapan 8 prinsip ini akan menjadi energi dan bekal untuk keberhasilan dalam menjalankan usaha, apapun bentuk usahanya selama tidak bertentangan dengan agama.

1. Niat: Seorang Hamba Akan Mendapat Ganjaran Sesuai Niatnya

Menurut hadits riwayat Bukhori dan Muslim, setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Karena niatlah yang akan menjadikan perbuatan itu bermakna atau tidak, bernilai ibadah atau tidak. Niat jugalah yang membuat kita bisa bertindak dengan lebih konsisten dan teararah. Maka dari itu niat adalah modal awal dan terpenting dari setiap kegiatan.

Besarnya pengaruh niat dapat mengubah hal-hal yang mubah dan kebiasaan, menjadi bernilai pahala. Pekerjaan mencari rezeki, berkarya dapat menjadi ibadah dan jihad selagi pekerjaan tersebut bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain.

2. Do’a: Keyakinan Bahwa Apa yang Diinginkan akan Dikabulkan

Hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan “Aku mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia mengingat-Ku”. Pengertian berdo’a adalah memohon atau meminta pertolongan kepada Allah SWT. Ketika kita berdo’a, kita harus yakin dan berprasangka baik kepada Allah, bahwa apa yang kita inginkan akan dikabulkan oleh Allah.

3. Ikhtiar: Pembeda Antara Pemenang dan Orang yang Kalah

“… Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” [QS Ar-Ra’d (13): 11]. Ikhtiar adalah suatu upaya sungguh-sungguh untuk mencari sesuatu. Ikhtiar yang efektif adalah upaya yang terencana untuk mencapai target. Ikhtiarlah yang membedakan antara pemenang dan orang yang kalah. Jika pemenang orang yang melakukan usaha dengan terencana, sebaliknya orang yang kalah adalah orang yang melakukan usaha secara tidak terencana.

4. Syukur: Berprasangka Positif Kepada Allah Atas Semua Pemberian-Nya

Syukur adalah menyadari bahwa apa yang telah kita peroleh sepanjang perjalanan hidup ini semuanya adalah titipan dari-Nya. Berusahalah mengkondisikan diri untuk memulai dari dengan bersyukur dan berperasaan positif. Sambil mengingatkan pada diri sendiri untuk bersikap kuat dan tetap berkomitmen untuk berbuat lebih baik daripada hari kemarin. Keyakinan positif ini akan memunculkan motivasi yang kuat dan memungkinkan kita dapat menikmati hari-hari dengan semangat kerja yang penuh antuas, siap menghadapi setiap tantangan yang muncul, siap menciptakan peluang baru dan siap mengaktualisasikan diri demi masa depan yang lebih baik.

5. Sabar: Setiap Kesulitan Pasti Ada Kemudahan

Sebuah pepatah Arab mengatakan “Barang siapa yang bersabar maka dia akan sukses”. Sabar adalah sesuatu yang sederhana, tetapi sangat penting, apalagi dalam mencapai kesuksesan dalam hidup. Ketika kita menghadapi kesusahan, salah satu cara mengatasinya adalah dengan melihat kemblai perosalan tersebut dari sudut pandang yang berbeda sehingga kita mendapat hikmah terbaik atas kejadian itu. Karena Allah tidak mungkin menimpakan musibah kepada hamba-Nya tanpa maksud yang bijaksana. Pada setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Allah sudah merencanakan yang terbaik untuk kita dan tidaklah kita akan diberi ujian melebihi kemampuan kita.

6. Zakat dan Sedekah: Ada Hak Orang yang Tidak Mampu Atas Harta yang Kita Miliki

Harta adalah salah satu rezeki yang diberikan Allah SWT kepada manusia sebagai amanah yang harus digunakan sesuai kebutuhan. Manusia juga diberi kepercayaan sebagai penyalur rezeki itu untuk dialirkan kepada orang yang membutuhkan. Sebagian harta yang kita miliki terdapat hak bagi orang yang tidak mampu. Setiap muslim wajib memotong penghasilannya untuk dibayarkan sebagai zakat kepada pihak yang berhak menerima zakat dengan aturan yang telah ditetapkan oleh agama. Selain zakat, umat muslim juga dianjurkan untuk bersedekah, baik kepada fakir miskin, anak yatim piatu, dan sebagainya yang membutuhkan. Menanam satu kali kebaikan, dihitung menjadi tujuh kebaikan dan akan berbuah pada 700 balasan kebaikan dari Allah SWT.

7. Silaturrahmi: Membuka dan Melebarkan Pintu Rezeki

Orang yang menyambung silaturrahmi akan mendapatkan balasan di dunia. Mulai dari kedekatan kepada Allah, dicintai oleh Allah, rezekinya diluaskan, umurnya dipanjangkan, rumahnya dimakmurkan, tercegah dari kematian yang tidak baik, serta dicintai oleh keluarganya. Dengan begitu, bersilaturrahmi akan berdampak positif terhadap kehidupan kita.

8. Ikhlas: Mendapatkan Keridhoan Allah dan Membuat Orang di Sekitarnya Merasa Nyaman

Seseorang yang secara konsisiten berbuat ikhlas maka akan terlihat lebih bersifat baik dan bersungguh-sungguh. Ia hanya melakukan sesuatu karena ingin mendapatkan keridhoan Allah. Ia akan bersikap baik, demikian pula pada perbuatan dan ucapannya. Ia akan cepat disukai dan membuat orang lain merasa nyaman dengannya.