Perencanaan bisnis menjadi mutlak jika dibutuhkan ketika kita hendak menjalankan suatu bisnis. Sebab perencanaan bisnis itu seperti peta bagi kita dalam menjalankan bisnis. Melalui sebuah perencanaan yang matang kita dapat menetapkan tujuan utama bisnis kita, skala prioritas, dan menetapkan target yang ingin kita capai. Dengan adanya rencana bisnis yang baik akan menjadikan peluang sukses dalam berbisnis semakin tinggi.

Perencanaan bisnis dapat menunjukkan posisi sekarang, visi kedepan, dan rencana untuk mewujudkan visi tersebut. Perencanaan bisnis mencakup jawaban terhadap ide untuk memulai suatu usaha atau bisnis apa yang sedang kita kerjakan. Kemudian menentukan siapa konsumen yang tuju dan apa yang dapat mendorong mereka untuk menjadi konsumen kita. Langkah nyata dalam mempromosikan bisnis kita pada konsumen yang kita tuju. Mempelajari kompetitor yang berjalan pada bidang bisnis yang sama. Seberapa penting bisnis yang kita jalankan dan apakah manajemen mampu mensukseskan bisnis tersebut. Kemudian mempelajari target jangka panjang dari bisnis kita. Serta menggambarkan finansial bisnis termasuk modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis itu dan besarnya keuntungan yang akan kita peroleh ketika kita menjalankan bisnis itu dengan baik.

Perencanaan bisnis disusun dalam bentuk jangka pendek maupun jangka panjang yang pertama kali diikuti untuk tiga tahun berjalan. Perencanaan bisnis tersebut berisi perjalanan yang akan kita ikuti selama berwirausaha. Dengan kata lain perencanaan bisnis merangkum tentang dimana posisi kita sekarang, kemana kita akan melangkah dan bagaimana kita akan berada di sana. Oleh karena itu kita perlu memperhatikan 3 komponenen utama dalam menyusun perencanaan bisnis tersebut.

1. Konsep Bisnis

Konsep bisnis merupakan ide bisnis tertulis yang berisi visi dan misi sebuah bisnis, dan nilai produk atau jasa yang akan kita tawarkan kepada konsumen. Konsep bisnis juga dapat menjelaskan mengapa pelaku usaha sangat kompeten untuk menawarkannya.

2. Pasar

Analisa mengenai situasi pasar meliputi pelanggan, pesaing, proses distribusi, dan promosi. Dalam hal ini perlu dibuat sebuah rencana pemasaran yang matang yang dapat menjabarkan rencana pemasaran yang akan dijalankan dalam rangka memenangkan persaingan, dan mencapai target yang telah ditentukan sebelumnya. Rencana pemasaran terdiri dari kondisi pasar eksiting, review atas kompetitor, strategi pemasaran, dan strategi harga. Kondisi pasar eksiting mengungkapkan adanya besaran permintaan pasar atas produk atau jasa yang ditawarkan baik secara keseluruhan maupun per segmentasi. Kunci sukses awal dari rencana pemasaran adalah seberapa jauh perusahaan dapat mengenal calon pelanggan, apa yang mereka butuhkan, apa yang tidak mereka inginkan, dan apa yang diharapkan konsumen.

3. Finansial

Finansial menjelaskan tentang situasi keuangan yang terdiri dari income statement, laporan laba rugi, balance sheet (jika bisnis tersebut sudah berjalan), proyeksi laba rugi dan arus kas. Analisa dan strategi keuangan sangat penting dalam menyusun perencanaan bisnis guna memberi kan gambaran sistematis terhadap langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai profitabilitas yang diharapkan. Rencana finansial disusun dengan cara menentukan secara aktual jumlah dana yang dibutuhkan untuk memulai kegiatan bisnis dan dana yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional perusahaan.