Belajar Dari Abdurrahman Bin Auf: Kaya & Suka Bersedekah

Peluang Usaha Terbaru - Kisah Pengusaha Sukses - pexels.com

Abdurrahman Bin Auf adalah sahabat Nabi Muhammad yang paling kaya. Beliau adalah orang yang selain baik juga sangat pintar dalam berbisnis. Kekayaan yang beliau miliki telah membuat orang-orang di sekitarnya mendapat berkah.  Beliau masuk Islam dua hari setelah Abu Bakar.

Suatu ketika, beliau memutuskan untuk Hijrah dari Mekkah ke Madinah dan meninggalkan hartanya di makkah. Di Madinah, Sahabat Anas Bin Malik menceritakan bahwa saat itu Sa’ad Bin Rabi’ berkata kepada Abdurrahman Bin Auf “Saudaraku, aku adalah penduduk madinah yang kaya raya, Silahkan pilih separuh hartaku dan ambillah!, Aku mempunyai dua orang istri, coba perhatikan yang lebih menarik perhatian anda, Akan kuceraikan dia hingga anda dapat memperistrinya…”.

Abdurrahman menjawab dengan halus “semoga Allah memberkati anda, istri anda dan harta anda. Tunjukkanlah letaknya pasar agar aku dapat berniaga…”.

Setelah itu Sa’ad pun menunjukkan letak pasar. Lalu Aburrahman Bin Auf pun mulai berniaga. Dalam berniaga Beliau berlaba, dan merugi. Hingga suatu ketika Kreativitas beliau pun muncul, beliau melihat bahwa ada peluang yang belum digarap. Beliau meminta Sa’ad untuk membeli tanah yang kurang berharga yang terletak di samping pasar tersebut. Kemudian Beliau membagi-bagi tanah yang telah dibeli itu.

Selanjutnya beliau mengundang orang untuk berjualan di tanah yang telah dibagi-bagi tersebut secara gratis. Jika beruntung, silahkan memberikan bagi hasil. Para pedagang menyukai cara beliau berniaga. Dalam waktu singkat, keuntungan beliau pun berlipat ganda.

Beliau terus mengembangkan usahanya. Usaha beliau terus berkembang, begitu juga dengan kekayaannya yang terus meningkat.

Setelah mendapat keuntungan yang banyak dan kaya, Beliau bertemu Rasulullah dengan memakai wangi-wangian. Melihat sahabatnya tersebut, Rasulullah menyambutnya dengan bahagia “Wah, alangkah wanginya engkau, wahai Abdurrahman”. Aburrahman pun menjawab “Saya hendak menikah, ya Rasulullah,”. Lalu Rasulullah bertanya “apa mahar yang kamu berikan kepada istrimu?”, Abdurrahman menjawab “Emas seberat biji kurma,” . Kemudian Rasulullah berkata dengan lembut “adakan kenduri, walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu,”.

Lalu seperti apa Abudurrahman Bin Auf tersebut?. Apa yang menyebabkan beliau kaya dan semakin kaya?.

Selain pintar dalam berbisnis beliau adalah orang yang selalu memikirkan kepentingan sesamanya. Beliau tidak pernah pelit kepada orang lain. Dalam sehari Abdurrahman memerdekakan tidak kurang dari 30 orang budak, dan beliau telah memerdekakan lebih dari 30.000 orang budak. Saat kaum muslim membutuhkan bantuan untuk persiapan perang, Beliau memberikan 50% dari total kekayaannya dan menyimpan 50% untuk keluarganya. Tidak hanya itu, Abdurrahman mensedekahkan 40.000 dirham perak, 40.000 Dirham emas, 500 Ekor kuda perang dan 1.500 ekor Unta. Lalu Sepertiga penduduk Madinah juga dipinjami uang oleh beliau, sepertiga yang lain dibebaskan dari hutang oleh beliau, Sepertiganya sisanya mendapat tanggungan hidup dari beliau.

Abdurrahman Bin Auf juga pernah membagikan 700 unta dengan muatannya. Pada saat terjadi perang tabuk, kaum muslim kekurangan biaya dan persenjataan untuk melawan negara adikuasa pada waktu itu. Lalu Aburrahman Bin Auf pun memelopori dengan memberikan dua ratus Uqiyah Emas.

Setelah Rasulullah wafat, Abdurrahman juga beramal dengan menjaga kesejahteraan istri-istri Nabi Muhammad dengan memberikan segala kebutuhan hidup dan pengawalan, terutama saat pergi ibadah haji ke mekkah.  Abdurrahman juga pernah membeli tanah seharga 40.000 Dinnar, lalu membagikannya kepada seluruh fakir miskin Bani Zuhrah dan juga kepada istri Rasulullah.

Meski hartanya telah diberikan kepada banyak orang. Abdurrahman Bin Auf masih tetap menjadi orang terkaya dari para sahabat Rasulullah yang lain. Jika ditaksir dalam hitungan Rupiah, total kekayaan Abdurrahman berada di atas ratusan Triliun Rupiah.

You may also like...