Umar Bin Khattab adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad yang kaya raya. Selain kaya, beliau mempunyai suatu kebiasaan yang layak di acungi jempol, yaitu hidup dengan penuh kesederhanaan dan rutinitas dalam bersedekah. Ia selalu bersedekah lebih dari 50% dari total pendapatannya dan kekayaannya.

Pada saat beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau harus meninggalkan hartanya yang berlimpah. Lalu mulai lagi dari bawah. Namun beliau tidak pernah mempermasalahkannya.

Saat beliau wafat, ia meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sekitar Rp 160 Juta (perkiraan konversi ke dalam rupiah). Berarti beliau meninggalkan sekitar Rp 11,2 Triliun. Setiap tahun ladang tersebut menghasilkan sekitar Rp 40 Juta, yang berarti total pendapatan dari seluruh ladang yang beliau miliki adalah sekitar Rp 2,8 Triliun pertahun.

Meski demikian, beliau tetap hidup dengan kesederhaan, berbeda dengan raja-raja romawi pada masa itu. Beliau lebih memilih untuk menyumbangkan kekayaannya untuk kepentingan orang-orang miskin. Selain itu, beliau juga lebih menyukai tidur di tempat yang sederhana dengan beralaskan pelepah kurma. Hal itu sangat berbeda dengan para raja-raja dari bangsa romawi saat itu.