Kisah Sukses Li Ka Shing: Pengusaha Terkaya Di Hong Kong

Kisah-sukses-Li-Ka-Shing-Pengusaha-Terkaya-yang-memulai-usahanya-dari-nol kabarito

Li Ka Shing adalah salah satu pengusaha terkaya di Hong Kong. Beliau adalah CEO Cheung Kong Holdings dan telepon genggam Hutchinson Whampoa. Cheung Kong Group tersebut telah memiliki operasi bisnis di 55 Negara di dunia dan telah mempekerjakan 260 ribu staf personalia, yang Gerbong utamanya adalah Cheung Kong Limited. Li Ka Shing juga pernah menyuntikkan dana senilai 11 miliar dolar Amerika Serikat kepada perusahaan telekomunikasi Vondafone.

Li Kha Shing lahir pada tahun 1928 di Chiu Chow, sebuah kota di sebelah tenggara China. Lalu pada tahun 1940, beliau bersama keluarganya menyeberang ke Hong Kong bersama keluarganya untuk menjauhi resiko perang. Ayah adalah seorang penderita tuberkulosis dan meninggal dunia di Hong Kong.

Kemudian ia dan keluarganya ikut tinggal bersama kerabatnya yang ada di Hong Kong. Tetapi disana, beliau merasa tidak nyaman hidup menumpang kepada kerabatnya. Akhirnya, beliau memutuskan untuk mengontrak rumah sederhana.

Setelah kematian ayahnya, Beliau pun menjadi tulang punggung keluarga. Kehidupannya sangat berat dan serba kekurangan.

Saat usianya mencapai tahun yang ke 15, Beliau mulai merasa benar-benar tidak tahan lagi dengan kemiskinan yang di alaminya. Hingga akhirnya beliau memutuskan untuk bekerja di pabrik bunga plastik dan berhenti dari sekolahnya. Di tempat kerja, beliau bekerja selama 16 jam sehari, sedangkan pekerja lain hanya 8 jam sehari. Beliau memiliki keyakinan bahwa jika terus bekerja sulit untuk menjadi kaya.

Saat berusia 22 tahun, tepatnya tahun 1950, Beliau pun memberanikan diri untuk mendirikan perusahaan sendiri dengan bendera Cheung Kong Industries. Modal awal yang digunakan untuk mendirikan perusahaan tersebut di dapat dari utang ke relasi serta tabungan pribadinya.

Setelah usahanya mulai menghasilkan, Li Ka Shing pun mulai mengembangkan bisnis baru di bidang investasi real estat. Perusahaan tersebut, berhasil tercatat di Hong Kong Stock Exchange pada tahun 1972. Semakin lama bisnis yang ia bangun semakin berkembang dan pendapatannya juga terus meningkat. Hingga tahun 1975, beliau pun me-akusisi Hutchinson Whampoa. Selanjutnya tahun 1985 beliau juga me-akusisi Hongkong Electric Holdings Limited.

Perkembangan demi perkembangan, Bisnis Cheung Kong Group terus merambah berbagai bidang hingga bisnis properti, investasi, agen, managemen real estete, perhotelan, telekomunikasi, e-commerce, keuangan, ritel, kegiatan pelabuhan, energi, proyek infrastruktur, bahan bangunan, media serta bioteknologi. Pendapatan beliau meningkat drastis, hingga akhirnya beliau dinobatkan sebagai orang terkaya di Hong Kong.

Meski telah menjadi orang yang kaya raya, Li Ka Shing tidak melupakan sesama. Pada tahun 2002, beliau menyalurkan sebagian keuntungan perusahaannya kepada Universitas Manajemen Singapura sebesar 11,5 Juta dollar Amerika Serikat. Sumbangan tersebut bertujuan untuk pengembangan pendidikan tinggi. Lalu pada tanggal 9 Maret 2007, Li Ka Shing juga menyisihkan pendapatannya untuk Lee Kuan Yew School Of Public Policy Di Universitas Nasional Singapura sebesar 100 Juta Dolar Singapura.

You may also like...