Kisah Sukses Robert Kuok, Pengusaha Gula Terkaya Di Asia

Kisah-sukses-Robert-Kuok-Pengusaha-gula-Terkaya-di-asia-tenggara

Anda tentu sudah akrab dengan nama Robert Kuok Hock Nien, salah satu pengusaha terkaya di Asia Tenggara. Beliau dikenal sebagai raja gula dari negeri jiran. Total kekayaan Robert Kuok mencapai sekitar 10 Miliar dollar Amerika Serikat pada tahun 2010, lalu tahun 2012 total kekayaan beliau menjadi $14,7 Miliar, Menurut majalah Forbes.

Robert Kuok Hock Nien lahir pada tanggal 6 Oktober 1923 di johor bahru, Malaysia. Dalam sejarah hidupnya, Robert Kuock dulu pernah menjadi seorang Office boy sebelum menjadi juragan gula yang kaya. Meskipun beliau seorang lulusan perguruan tinggi, beliau tidak malu untuk bekerja kasar seperti itu.

Pada tahun 1940 beliau menamatkan pendidikannya di Raffles College, Singapura. Lalu pada tahun 1942, beliau bekerja di Mitsubithi hingga tahun 1945. Setelah itu, tahun 1949, Beliau bersama saudaranya yang lain, mulai mendirikan Kuok Brothers Sdn Bhd.

Dibawah pemerintah Post-kolonial, beliau dan saudaranya pun mulai belajar bisnis gula.

Tahun 1961, saat usianya sudah 38 tahun, beliau melakukan aksi hebat dengan memborong gula dari India sebelum harganya naik. Dari sinilah beliau mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Robert Kuock sadar bahwa beliau sudah kaya, tapi beliau juga sadar bahwa ia belum kaya raya. Dari hal ini, beliau pun mulai melakukan investasi secara besar-besaran pada penyulingan gula yang akhirnya mampu memproduksi gula sekitar 1,5 juta ton. Jumlah produksi yang pada saat itu setara dengan 10% dari total produksi gula di dunia. Sejak saat itulah, Robert Kuock dikenal sebagai raja gula asia.

Pada tahun 1977, saat usianya telah mencapai 54 tahun, Robert Kuok membangun hotel Shangri-La pertama di singapura. Setelah itu ia membeli properti di Hong Kong. Selanjutnya, beliau juga membangun Kwooloon, hotel kedua yang di bangun di tempat yang sama, tepatnya di pelabuhan Tsim Sha Tsu timur.

Pada tahun 1993, saat berusia 70 tahun, Robert Kuok melalui grup Kerry-nya mendapat saham 34,9% untuk South China Morning Post dari Murdoch’s News Corporation.

Robert Kuok tidak merasa lelah membangun dan mengembangkan bisnisnya. Walau beliau sudah berusia lanjut, namun tetap membangun bisnis lalu mengembangkannya. Perusahaan beliau terus menjadi besar dan telah berinvestasi di banyak negara, seperti Singapura, Thailand, China, Indonesia, Fiji, dan Australia.

Sedangkan bisnisnya di China meliputi 10 perusahaan minuman untuk Coca Cola dan kepemilikan Beijing World Trade Centre.

Pada april 2007, saat itu beliau berusia 84 tahun, Robert Kuok menjadi pemegang saham terbesar di Transmile Group, yaitu salah satu perusahaan Kargo Udara di malaysia. Sementara itu, perusahaan perkebunan miliknya, PPB Oil Palms Berhad menjadi salah satu perkebunan terbesar di malaysia. Beliau memiliki sekitar 72.500 Ha ladang kelapa sawit di sarawak dan sabah.

Di Indonesia, Robert Kuok juga memiliki kebun sekitar 290.000 Ha. Selain itu, beliau juga berencana untuk berinvestasi di negara yang terkenal sebagai tempat para pesohor Bolywood yaitu India.

Begitulah secara singkat, perjalanan bisnis Robert Kuok. Dari sejarah hidupnya, sangat terlihat bahwa beliau adalah orang yang memiliki cita-cita besar. Beliau tidak hanya berangan-angan tetapi juga membuktikannya dalam bentuk nyata melalui kerja keras dan semangat. Selain itu, beliau juga senantiasa membangun networking dengan orang lain. Beliau selalu menjaga hubungan baik antar sesama.

You may also like...