Tutorial SPSS Untuk Uji & Olah Data Statistik

Modul Tutorial SPSS Statistik

SPSS dalam bahasa umumnya dapat dikatakan sebagai program komputer (software) yang digunakan untuk mengolah data statistik. Hingga saat ini, SPSS masih dipercaya mampu membantu pelajar, mahasiswa, dan juga pengguna lain untuk mengolah data-data statistik. Kalau dilihat dari sejarahnya, SPSS ini pertama kali dibuat pada tahun 1968 . Pada saat itu, SPSS tersebut digunakan pada komputer mainframe. Namun karena perkembangan demi perkembangan yang terus terjadi, akhirnya pada tahun 1992, SPSS versi windows diciptakan.

⇒ Sejarah dan Penjelasan Interview SPSS

Berbagai Fungsi Menu SPSS

Sama halnya dengan progam microsoft office lainnya, seperti microsoft excel, microsoft word, powerpoint dan sebagainya, SPSS juga memiliki beberapa menu utama. Dalam menu tersebut terdapat banyak submenu yang dapat digunakan untuk membuat perintah. Untuk diingat, saat ini, program SPSS ini tidak hanya diciptakan oleh Microsoft saja, namun juga banyak perusahaan dibidang software yang telah membuatnya, hanya saja namanya agak berbeda. Berikut ini adalah screenshot tampilan gambar dari SPSS versi 16 (Microsoft) dan SPSS versi 23 (IBM). Selain itu kita juga akan membahas fungsi dari tools yang ada di SPSS tersebut.

⇒ Baca Selengkapnya

Penjelasan Sheet Variabel View di SPSS Data Editor

Pada bagian “variabel View” terlihat 11 definisi variabel yang berfungsi untuk mendefinisikan data yang akan di input pada sheet “data view“. Setiap definisi variabel tersebut memiliki fungsi masing-masingnya. Berikut keterangan tentang definisi variabel yang ada di sheet variabel view tersebut.

⇒ Baca Selengkapnya

Latihan Input Data Statistik Di SPSS Data Editor

Sheet SPSS data editor tersebut dibagi menjadi 2 yaitu data view dan variabel view. Terlihat dibagian bawah kiri jendela SPSS. Kedua sheet ini saling berhubungan satu sama lainya. Data view digunakan untuk memasukkan data sedangkan variabel view untuk melakukan pengaturan pada data.

⇒ Baca Selengkapnya

Olah Data Statistik Deskriptif Menggunakan SPSS

Dalam mengolah data, kita akan melalui beberapa langkah-langkah atau prosedur, yang dinamakan dengan statistik deskriptif. Dengan menggunakan metode statistik deskriptif ini, kita dapat mengetahui klasifikasi data, kecenderungan pemusatan, dispersi dan lainnya. Output data tersebut juga dapat disajikan dalam bentuk grafik. Metode deskriptif ini berhubungan dengan pengukuran seperti mean, modus, standar deviasi, kuartil, persentil dan varians. Untuk lebih memahami deskriptif data tersebut, berikut cara yang dapat anda lakukan, simaklah dengan baik.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Hipotesis One Sample t Test Dengan SPSS

One Sample t Test (Uji Satu Sampel), Pengujian ini dilakukan untuk menguji apakah suatu nilai tertentu yang digunakan sebagai pembanding berbeda secara signifikan dengan rata-rata sebuah sampel. Dalam pengujian sampel ini, kita dapat menggunakan SPSS sebagai alat pengujian Hipotesis tersebut.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Hipotesis Independent Sample t Test Dengan SPSS

Berbeda dengan pengujian one sampel t test, uji Independent Sampel t Test digunakan untuk menguji apakah 2 sampel yang tidak berhubungan berasal dari populasi yang mempunyai rata-rata sama. Dalam latihan ini, kita akan menggunakan SPSS sebagai program untuk mengolah data tersebut. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Hipotesis Paired Sample t Test Dengan SPSS

Setelah berhasil menguasai cara melakuan uji ‘One Sample t Test dan Independent Sample t Test’, Selanjutnya adalah mempelajari uji Paired Sample t Test atau uji untuk dua sampel berpasangan. Paired Sample t test ini digunakan untuk menguji apakah dua sampel yang berhubungan atau berpasangan berasal dari populasi yang sama. Berikut langkah-langkah yang dapat di lakukan.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Hipotesis One Way ANOVA Dengan SPSS

Uji ANOVA merupakan uji untuk pengujian  lebih dari dua sampel dengan menggunakan uji  F. Pengujian ini menggunakan asumsi-asumsi yaitu, seluruh populasi yang akan di uji berdistribusi normal, Varians seluruh populasi sama, dan sampel tidak berhubungan langsung dengan yang lain. Untuk praktek menggunakan SPSS, akan dijelaskan sebagai berikut.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Regresi Linear Sederhana Dengan SPSS

Dalam penggunaan perhitungan persamaan regresi linear, tidak akan jadi masalah dikerjakan secara manual jika hanya terdiri dari beberapa data. Namun jika data tersebut dalam berjumlah banya, tentu saja akan merepotkan. Maka dari itu, kita dapat menggunakan program SPSSstatistik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Berikut langkah-langkah praktek dengan menggunakan SPSS statistik.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Regresi Linear Berganda Dengan SPSS

Berbeda dengan regresi sederhana, regresi bergandaterdiri dari 2 atau lebih variabel bebas(X). Regresi berganda merupakan bentuk persamaan yang digunakan untuk menganalisis pengaruh dua independent variabel(X) atau lebih terhadap dependent variabel(Y). Bentuk umum dari persamaan regresi berganda tersebut yaitu Y=a+(b1x1)+(b2+x2)+…+(bn+xn).

⇒ Baca Selengkapnya

Uji 1 Sampel Binomial Dengan SPSS

Uji Binomial termasuk ke dalam statistik nonparametrikyang digunakan untuk uji satu sampel. Selain uji binomial ada lagi uji yang dapat digunakan untuk uji satu sampel ini, yaitu uji Runs, yang akan dibahas lain waktu. Dalam uji binomial ini, data hanya dibagi menjadi dua bagian saja, misalnya berhasil atau gagal. Untuk pemahaman yang lebih jelas tentang uji binomial ini, kita akan membahasnya dengan menggunakan program SPSS statistik. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji 1 Sampel Chi Square Dengan SPSS Statistik

Uji Goodness of fit test adalah uji keselarasan, Yaitu uji yang digunakan untuk membandingkan dua distribusi data, yaitu distribusi teoritis (frekuensi harapan) dan distribusi sesungguhnya (frekuensi observasi). Untuk uji goodness of fit test, kita dapat menggunakan dua uji yaitu, uji chi-square dan uji kolmogorov. Pada halaman ini akan dijelaskan praktek uji chi-square dengan menggunakan SPSS statistik. Berikut langkah-langkahnya.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji 2 Sampel Mann Whitney Dengan SPSS Statistik

ji Mann-Whitney merupakan uji yang banyak digunakan untuk jenis data nominal/ordinal/interval/rasio yang tidak berdistribusi normal. Berbeda dengan uji t pada statistik parametrik, yang mensyaratkan jenis datanya interval/rasio dan berdistribusi normal. Jadi, perbedaannya terletak pada jenis data, Namun tujuannya tetaplah sama. Selain Mann-Whitney, uji dua sampel dalam statistik nonparametrik ada lagi uji kolmogorov-smirnov, uji moses dan uji wald-wolfowitz.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji 2 Sampel Berpasangan Wilcoxon Dengan SPSS

Pada uji Statistik parametrik dalam uji dua sampel berpasangan lebih banyak menggunakan paired sample t test. Ini digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan mean dari dua sampel yang berpasangan tersebut. Dalam hal ini, sampel berpasangan adalah sampel dari subyek yang sama tetapi mengalami dua perlakuan atau pengukuran berbeda.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Lebih Dari 2 Sampel Bebas Kruskal Wallis Dengan SPSS

Uji n Sampel Bebas Kurskal-Wallis Merupakan Uji lebih dari dua sampel. Dalam statistik parametrik uji lebih dari 2 sampel bebas, uji yang sering digunakan adalah Uji F atau ANOVA. Uji F atau ANOVA digunakan apabila distribusi data tersebut bersifat normal. Sedangkan jika distribusi data tersebut bersifat tidak normal maka kita akan menggunakan Uji Nonparametrikyaitu Uji Kruskal-Wallis. Selain uji kruskal-wallis, uji lain yang juga dapat digunakan adalah uji Jonckheere-Terpstra. Pada bagian ini kita akan membahas tentang uji kruskal wallis. Berikut langkah-langkah kerjanya dengan menggunakan program SPSS.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Lebih Dari 2 Sampel Berhubungan Friedman Dengan SPSS

Uji n sampel berhubungan pada dasarnya sama dengan uji 2 sampel berhubungan. Perbedaannya, uji sampel berhubungan diterapkan pada objek yang mendapat perlakuan lebih dari dua kali. Uji sampel berhubungan merupakan salah satu uji nonparametrik dalam ilmu statistik, yang sering digunakan untuk uji ini adalah uji friedman. Selain uji friedman, uji statistik nonparametrik lain yang juga bisa digunakan adalah uji konkordansi kendall dan uji conchran. Pada bagian ini kita akan membahas tentang uji friedmandengan menggunakan program SPSS statistik. Berikut langkah kerjanya.

⇒ Baca Selengkapnya

Menghitung Korelasi Bivariate Dengan SPSS

Korelasi Bivariate (Product Moment Pearson) mengukur seberapa erat hubungan antara hasil-hasil pengamatan dari populasi yang mempunyai dua varian (bivariate). Perhitungan korelasi bivariate ini mensyaratkan populasi asal sampel mempunyai data varian dan berdistribusi normal. Pada bagian ini kita akan menggunakan SPSS statistik untuk melakukan perhitungan korelasi bivariate tersebut. Berikut langkah-langkahnya.

⇒ Baca Selengkapnya

menghitung Korelasi Parsial Dengan SPSS

Perlu diketahui bahwa tidak semua data hanya terdiri dari satu variabel bebas saja. Maka dari itu, korelasi bivariate tidak bisa digunakan, Namun kita dapat menggunakan korelasi parsial untuk menghitung  seberapa kuat hubungan antara dua variabel dengan satu atau berapa variabel kontrol. Untuk latihan kali ini, Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan dengan menggunakan program SPSS statistik.

⇒ Baca Selengkapnya

⇒ Baca Selengkapnya

Penjelasan Uji Asumsi Klasik Dalam Statistik

Model Regresi yang diperoleh dari metoda ordinary Least Squares/OLS (kuadrat terkecil biasa) Merupakan model regresi yang menghasilkan Best Linear Unbias Estimator/Blue (estimator linear tidak bias yang terbaik). Hal tersebut dipenuhi dengan beberapa asumsi klasik yaitu Non Multikolinearitas, Homoskedastisitas, Non Autokorelasi, Independent Variable adalah Non stokastik, Distribusi kesalahan adalah Normal, dan Nilai rata-rata kesalahan populasi pada model stokastik adalah sama dengan nol.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS

Multikolinearitas artinya antara variabel yang terdapat dalam model memiliki hubungan yang sempurna atau kefisien korelasinya =1. Konsekuensinya, kesalahan standar estimasi cenderung meningkat dengan bertambahnya variabel bebas, Tingkat signifikan untuk menolak hipotesis nol semakin besar dan probabilitas menerima hipotesis yang salah juga akan semakin besar. Akibatnya model regresi tidak valid untuk menaksir nilai variabel terikat.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Heteroskedastisitas Menggunakan SPSS

Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mendeteksi heteroskedastisitas tersebut, yaitu metoda park, metoda gletser, metoda spearman rank corelation dan metoda goldfield-quandt. Pada bagian ini kita akan menguji data sampel dengan SPSS menggunakan metoda Goldfield-Quandt. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Autokorelasi Menggunakan SPSS

Autokorelasi artinya terjadi korelasi antara anggota sampel yang diurut berdasarkan waktu tertentu. Penyimpangan ini biasanya sering muncul pada observasi yang menggunakan data time series. Konsekuensinya adalah varians sampel tidak dapat menggambarkan varians populasinya. Selain itu, model regresinya tidak dapat untuk menaksirkan nilai variabel dependen pada nilai variabel independen tertentu. Untuk menganalisis adanya autokorelasi, kita dapat menggunakan uji ratio von neutman dan uji durbin-watson. Pengaruh autokorelasi dalam suatu model regresi dihilangkan dengan memasukkan lag variabel dependennya.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Normalitas Data Menggunakan SPSS

Uji normalitas adalah uji untuk menguji apakah sebuah model regresi variabel terikat (dependen), variabel bebas (independen) atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data yang normal atau mendekati normal.
Pada bagian ini, kita akan membahas tentang uji normalitas dengan menggunakan program SPSS statistik. Berikut langkah-langkahnya.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Reliabilitas Menggunakan SPSS

Reliabilitas adalah pengujian yang menunjukkan sejauhmana stabilitas dan konsistensi dari alat pengukur yang digunakan. Sehingga dapat memberikan hasil yang relatif konsisten jika pengukuran tersebut diulangi. Pengukuran reliabilitas didasarkan pada indeks numerik yang disebut koefisien. Dalam hal ini ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan, yaitu koefisien stabilitas, koefisien ekivalensi, dan reliabilitas konsistensi internal. Berikut uraiannya.

⇒ Baca Selengkapnya

Uji Validitas Dengan Menggunakan SPSS

Validitas adalah pengujian yang menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang digunakan mampu mengukur apa yang ingin diukur dan bukan mengukur yang lain. Ada 3 pendekatan yang dapat digunakan untuk mengukur validitas tersebut, yaitu content validity, criterion related validity dan construct validity. Dalam penelitian pengujian kualitas data yang sering digunakan adalah uji reliabilitas untuk reliabilitas konsistensi dan uji validitas untuk validitas construct. Berikut uraian ketiga pendekatan tersebut secara garis besar.

⇒ Baca Selengkapnya