Analisis Fundamental Tahap 3: Analisis Perusahaan! Untuk Menilai Prospek Perusahaan

analisis perusahaan investasi




Dalam investasi, Analisis perusahaan merupakan analisis tahap terakhir dalam analisis fundamental secara “top-down”. Adalah analisis yang bertujuan untuk memilih perusahaan mana dalam suatu industri terpilih yang memiliki prospek bagus di masa yang akan datang. Investor melakukan analisis ini untuk mendapatkan informasi tentang peluang keuntungan yang bisa didapatkan dari beberapa perusahaan dalam suatu industri yang telah mereka pilih setelah melakukan analisis industri pada tahap sebelumnya.

Bisa juga, investor melakukan analisis ini untuk melihat saham mana yang memiliki harga pasar yang lebih rendah sehingga dapat menyesuaikan dengan budget yang ada. Analisis ini juga bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang nilai intrinsik saham pada satu atau beberapa perusahaan. Dengan mengetahui nilai intrinsik dan harga jual suatu saham, investor bisa mendapatkan menilai keuntungan dan kerugian ketika mereka menjual saham tersebut.

Analisis perusahaan sangat berguna untuk melihat gambaran tentang nilai suatu perusahaan, karakteristik internal, kualitas perusahaan, kinerja manajemen, bahkan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Setelah investor mendapatkan informasi tentang nilai intrinsik dan nilai pasar saham perusahaan tersebut, selanjutnya mereka akan membandingkan selisih nilai jualnya.

Apabila nilai pasar saham itu lebih rendah dari nilai intrinsiknya, berarti saham itu “undervalued” , artinya saham tersebut dapat ditambahkan ke dalam daftar saham yang layak untuk “dibeli”. Sementara, jika nilai pasar saham tersebut lebih tinggi dari nilai intrinsiknya, berarti saham itu “overvalued”, artinya saham tersebut layak untuk “dijual”.

Umumnya, ketika investor hendak melakukan analisis perusahaan, mereka mendasarkannya pada dua komponen utama dalam analisis fundamental ini, yaitu earning per share (EPS) dan price earning ratio (PER) atau disebut juga earning multiplier perusahaan. Komponen ini dapat digunakan untuk mengestimasi nilai intrinsik suatu saham, yang kemudian dapat dibandingkan dengan harga pasarnya. Dengan begitu investor dapat membuat keputusan menjual atau membeli.

Selain itu, komponen ini juga perlu dilakukan oleh investor karena dividen yang dibayarkan oleh perusahaan berasal dari earning (pendapatan). Tentu saja, ada hubungan antara dari perubahan earning yang terjadi dengan perubahaan harga sahamnya.

Pertama, dalam melakukan analisis perusahaan, Investor umumnya menggunakan laporan keuangan untuk menganalisis earning perusahaan

Untuk menghitung EPS, investor dapat menggunakan laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Laporan keuangan inilah yang akan menjadi input untuk melakukan analisis saham tersebut. Meskipun banyak analis dan investor yang mengatakan bahwa laporan keuangan memiliki kelemahan tersendiri.

Setelah melakukan perhitungan EPS, dilanjutkan dengan perhitungan PER tadi. Perhitungan PER ini berguna untuk mengidentifikasi seberapa besar rupiah yang harus dibayarkan investor untuk bisa memperoleh satu rupiah earning perusahaan. Sederhananya, PER menunjukkan besarnya harga setiap satu rupiah earning perusahaan. Selain daripada itu, PER juga merupakan ukuran harga relatih dari suatu saham perusahaan.

Investor Umumnya Menggunakan Laporan Keuangan Untuk Menilai Earning Perusahaan!, bagaimana?

Meski mudah didapatkan dan memiliki banyak kegunaan bagi investor, Laporan keuangan juga memiliki kelemahan terutama yang berkaitan dengan pelaporan earning perusahaan.  Masalah pada pelaporan earning ini dapat terjadi umumnya karena adanya konflik kepentingan antara sisi investor sebagai pengguna, dan manajemen di sisi lain sebagai penyaji laporan keuangan.

Selain menggunakan laporan keuangan untuk melakukan analisis perusahaan, investor juga bisa menggunakan analisis rasio keuangan. Sebagai investor ini juga berguna untuk melihat prospek perusahaan di masa yang akan datang. Analisis ini bermanfaat untuk melihat sejauhmana pertumbuhan profitabilitas perusahaan.  Dengan demikian investor bisa membandingkan return yang dihasilkan atas investasi yang dilakukan pada perusahaan dengan tingkat return yang diharapkan (diisyaratkan).

Kedua, selain menggunakan laporan keuangan, analisis perusahaan juga dapat dilakukan melalui analisis rasio profitabilitas perusahaan

Selain menggunakan laporan keuangan untuk melakukan analisis perusahaan, investor juga bisa menggunakan analisis rasio keuangan untuk menilai perubahan earning perusahaan. Sebagai investor ini juga berguna untuk melihat prospek perusahaan di masa yang akan datang. Analisis ini bermanfaat untuk melihat sejauhmana pertumbuhan profitabilitas perusahaan.  Dengan demikian investor bisa membandingkan return yang dihasilkan atas investasi yang dilakukan pada perusahaan dengan tingkat return yang diharapkan (diisyaratkan).

Dalam melakukan analisis ini, umumnya digunakan dua rasio profitabilitas utama yaitu ROE (Return on Equity dan ROA (return on Asset). ROE berguna untuk melihat gambaran sejauhmana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang bisa diperoleh oleh pemegang saham. Sementara, ROA berguna untuk melihat sejauhmana kemampuan aset-aset yang dimiliki perusahaan bisa menghasilkan laba.

Rasio ROE bisa dihitung dengan membagi laba bersih setelah bunga dan pajak dengan jumlah ekuitas perusahaan. Sementara ROA bisa didapatkan dengan cara membagi laba kotor sebelum bunga dan pajak dengan jumlah aset perusahaan.

Pertanyaannya, apakah investor bisa memprediksi ROE dan ROA di masa yang akan datang?. Bisa saja tetapi tidak akurat. Dalam hal ini, investor baramsusi bahwa ROE dan ROA pada masa lalu akan sama dengan ROE dan ROA masa depan. Hal ini tentunya sulit dipastikan karena pada kenyataannya hampir tidak pernah sama. Meski begitu, dengan memprediksi ROE dan ROA masa depan, sedikit banyaknya akan membantu investor dalam membuat keputusan. Di sisi lain, informasi ekspektasi investor atas earning dan dividen juga penting untuk menentukan nilai intrinsik saham perusahaan sebagai variabel dalam membuat keputusan.



You may also like...