Cara Menghitung Korelasi Bivariate Dengan SPSS


Cara Menghitung Korelasi Bivariate Dengan SPSS ΙΙ Korelasi merupakan nilai yang menunjukkan seberapa kuat hubungan antar beberapa variabel dan juga menunjukkan arah hubungan tersebut. Arah hubungan antar variabel tersebut dapat bersifat positif dan juga negatif. Positif terjadi apabila nilai suatu variabel meningkat, maka variabel lain pun ikut meningkat. Negatif terjadi apabila nilai suatu variabel meningkat, menyebabkan nilai variabel lain menjadi menurun. Kuat atau tidaknya hubungan tersebut dinyatakan dalam besaran koefisien korelasi, yaitu koefisien positif terbesar =1, koefisien negatif =-1, dan koefisien terkecil =0.

Korelasi Bivariate (Product Moment Pearson) mengukur seberapa erat hubungan antara hasil-hasil pengamatan dari populasi yang mempunyai dua varian (bivariate). Perhitungan korelasi bivariate ini mensyaratkan populasi asal sampel mempunyai data varian dan berdistribusi normal. Pada bagian ini kita akan menggunakan SPSS statistik untuk melakukan perhitungan korelasi bivariate tersebut. Berikut langkah-langkahnya.

1. Menyiapkan Data

Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah data yang akan dihitung menggunakan SPSS. Sebagai latihan, kita akan menggunakan data sebagai berikut.

*Anggaplah kita ingin melihat seberapa kuat hubungan antara harga saham dengan Earning per share (EPS) pada periode tertentu. Setelah mengumpulkan semua data secara acak, berikut hasilnya.

NO
H. Saham (Y)
EPS (X)
1
1000
400
2
900
300
3
800
350
4
700
200
5
950
350
6
850
400
7
750
320

2. Mendefinisikan Variabel

Silahkan jalan program SPSS, buka sheet baru, lalu pindah ke sheet ‘Variabel View’.
Pada baris pertama, isi dengan ‘harga.saham’. Sedangkan pada baris kedua, isi dengan ‘EPS’. Perhatikan gambar dibawah ini.
korelasi bivariate dengan moment product pearson menggunakan SPSS statistik

Menghitung Korelasi Bivariate Dengan SPSS – kabarito.com

3. Input Data

Dari sheet variabel view, sekarang pindah ke sheet ‘Data View’. Silahkan isi, sesuai dengan data yang telah dipersiapkan tadi. Berikut hasil akhir setelah input data tersebut.
korelasi bivariate dengan moment product pearson menggunakan SPSS statistik 2

Menghitung Korelasi Bivariate Dengan SPSS – kabarito.com

4. Menyimpan Data

Biasakan setelah selesai input data, untuk menyimpannya terlebih dahulu. Silahkan klik menu file, pilih save as, isi keterangan judul, lalu klik save.

5. Perhitungan dengan SPSS

Pada menubar, pilih Analyze, lalu arahkan ke correlate, lalu klik bivariate. Perhatikan gambar dibawah ini.
korelasi bivariate dengan moment product pearson menggunakan SPSS statistik 3

Menghitung Korelasi Bivariate Dengan SPSS – kabarito.com

Setelah itu akan muncul gambar seperti dibawah ini. Silahkan pindahkan semua variabel ke bagian Variables. Pada bagian correlation coeficients, centang pearson. Pada bagian test of significance, centang two-tailed. Lalu centang flag significant correlation.
korelasi bivariate dengan moment product pearson menggunakan SPSS statistik 4

Menghitung Korelasi Bivariate Dengan SPSS – kabarito.com

Setelah itu klik tombol Options. Maka akan muncul jendela seperti gambar dibawah ini. Pada bagian statistics, kosongkan saja. Sedangkan pada bagian missing values, centang exclude cases pairwise. Lalu klik continue.
korelasi bivariate dengan moment product pearson menggunakan SPSS statistik 5

Menghitung Korelasi Bivariate Dengan SPSS – kabarito.com

Keterangan:
*Exclude cases pairwise: pasangan yang salah satu datanya tidak dimasukkan dalam perhitungan.
*Exclude cases listwise: jumlah data sama untuk seluruh korelasi sama, Sehingga yang dibuang adalah latihan yang salah satu variabelnya terdapat missing data.
*Default program SPSS adalah pilihan Exclude cases pairwise.
Sehingga akan tampil seperti gambar dibawah ini secara keseluruhan. Silahkan klik Ok.
korelasi bivariate dengan moment product pearson menggunakan SPSS statistik 6

Menghitung Korelasi Bivariate Dengan SPSS – kabarito.com

6. Memindahkan Output

Setelah langkah-langkah diatas dikerjakan dengan baik, maka output data akan keluar pada jendela baru. Berikut contoh output data tersebut.
korelasi bivariate dengan moment product pearson menggunakan SPSS statistik 7

Menghitung Korelasi Bivariate Dengan SPSS – kabarito.com

Setelah itu, silahkan salin ke lembar kerja di MS-Word. Klik kanan pada tabel, lalu pilih copy, terakhir tempelkan pada lembar kerja di MS-Word.

7. Menganalisis Output

Langkah terakhir adalah menganalisis output tersebut. Hasil analisis tersebut dapat menjadi sebuah informasi yang bermanfaat atau berguna untuk pengambilan keputusan tertentu. Contoh analisis data ini, akan dibahas pada  halaman selanjutnya.

Daftar Tutorial SPSS [Bahasa Indonesia]

SPSS dalam bahasa umumnya dapat dikatakan sebagai program komputer (software) yang digunakan untuk mengolah data statistik. Hingga saat ini, SPSS masih dipercaya mampu membantu pelajar, mahasiswa, dan juga pengguna lain untuk mengolah data-data statistik. Kalau dilihat dari sejarahnya, SPSS ini pertama kali dibuat pada tahun 1968 . Pada saat itu, SPSS tersebut digunakan pada komputer mainframe. Namun karena perkembangan demi perkembangan yang terus terjadi, akhirnya pada tahun 1992, SPSS versi windows diciptakan …Selengkapnya

  1. Sejarah dan Interview SPSS
  2. Berbagai Fungsi Menu SPSS
  3. Penjelasan Sheet Variabel View Di SPSS Data Editor
  4. Latihan Input Data Statistik Di SPSS Data Editor
  5. Olah Data Statistik Deskriptif Menggunakan SPSS
  6. Uji Hipotesis One Sample T Test Dengan SPSS
  7. Uji Hipotesis Independent Sample T Test Dengan SPSS
  8. Uji Hipotesis Paired Sample T Test Dengan SPSS
  9. Uji Hipotesis One Way ANOVA Dengan SPSS
  10. Uji Regresi Linear Sederhana Dengan SPSS
  11. Uji Regresi Linear Berganda Dengan SPSS
  12. Uji 1 Sampel Binomial Dengan SPSS
  13. Uji 1 Sampel Chi Square Dengan SPSS Statistik
  14. Uji 2 Sampel Mann Whitney Dengan SPSS Statistik
  15. Uji 2 Sampel Berpasangan Wilcoxon Dengan SPSS
  16. Uji Lebih Dari 2 Sampel Bebas Kruskal Wallis Dengan SPSS
  17. Uji Lebih Dari 2 Sampel Berhubungan Friedman Dengan SPSS
  18. Menghitung Korelasi Bivariate Dengan SPSS
  19. Menghitung Korelasi Parsial Dengan SPSS
  20. Penjelasan Uji Asumsi Klasik Dalam Statistik
  21. Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS
  22. Uji Heteroskedastisitas Menggunakan SPSS
  23. Uji Autokorelasi Menggunakan SPSS
  24. Uji Normalitas Data Menggunakan SPSS
  25. Uji Reliabilitas Menggunakan SPSS
  26. Uji Validitas Dengan Menggunakan SPSS

Mungkin Anda juga menyukai

What do you think?