Cara Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS

Penyimpangan asumsi klasik pada nonmultikolinearitas, homoskedastisitas, non autokorelasi sangat berpengaruh terhadap pola perubahan variabel terikat. Sedangkan penyimpangan asumsi klasik lain pengaruhnya hanya sedikit atau tidak ada terhadap pola perubahan variabel bebas.Multikolinearitas artinya antara variabel yang terdapat dalam model memiliki hubungan yang sempurna atau kefisien korelasinya =1. Konsekuensinya, kesalahan standar estimasi cenderung meningkat dengan bertambahnya variabel bebas, Tingkat signifikan untuk menolak hipotesis nol semakin besar dan probabilitas menerima hipotesis yang salah juga akan semakin besar. Akibatnya model regresi tidak valid untuk menaksir nilai variabel terikat.

Pada bagian ini, kita akan membahas tentang cara mengetahui adanya multikolinearitas pada data dengan menggunakan program SPSS. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.

1. Menyiapkan Data

Pertama-tama, kita harus memiliki data yang akan di olah dengan program SPSS. Sebagai latihan, kita akan menggunakan contoh data sebagai berikut.

*Anggaplah seorang ingin menganalisis pengaruh Earning per share (EPS), Dividend per share (DPS), terhadap harga saham per lembar di BEI. Setelah beberapa usaha dilakukan, akhirnya terkumpul data sebagai berikut:

NO H.Saham(Y) DPS(X) EPS(X2)
1 200 400 300
2 300 530 350
3 350 480 400
4 370 450 400
5 400 500 440
6 300 400 330
7 200 300 250
8 300 360 350
9 320 400 330
10 250 290 220

Keterangan:

  • H.Saham: harga saham
  • DPS: Dividend per share
  • EPS: Earning per share

2. Mendefinisikan Variabel

Silahkan jalankan program SPSS, lalu beralih ke sheet “Variabel View”. Dibagian variabel view tersebut, silahkan isi H.Saham pada baris pertama, DPS pada baris kedua, dan EPS pada baris ketiga. Sehingga hasil akhirnya akan menjadi seperti gambar di bawa ini.

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS - kabarito.com

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS – kabarito.com

3. Input Data

Setelah selesai mendefinisikan variabel di sheet variabel view, langkah selanjutnya adalah input data pada sheet “Data view”. Maka beralihlah ke sheet “data view”, lalu isikan semua data yang telah dikumpulkan tadi. Sehingga hasil akhirnya adalah seperti gambar dibawah ini:

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS - kabarito.com

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS – kabarito.com

4. Menyimpan Data

Biasakan setelah selesai menginput data, untuk menyimpannya terlebih dahulu. Silahkan masuk ke menu file, pilih save as, lalu pilih folder tempat penyimpan dan tulis judul, terakhir klik save.

5. Uji Asumsi Klasik Multikolinearits Dengan SPSS

Pada bagian menubar, Pilih Analyze, Kemudian arahkan ke Regression, Lalu klik Linear. Perhatikan gambar dibawah ini:

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS - kabarito.com

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS – kabarito.com

Setelah itu akan muncul gambar seperti dibawah ini. Silahkan pindahkan harga saham(Y) ke bagian Dependent, Sedangkan DPS(x1) dan EPS(x2) pindahkan ke bagian Independent(s). Caranya cukup klik tanda panah di sebelahnya. Pada bagian method, pilih Enter. Sedangkan yang lainnya, abaikan saja.

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS - kabarito.com

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS – kabarito.com

Setelah langkah-langkah di atas dilakukan, sekarang klik kolom Statistics. Sehingga muncul jendela baru seperti gambar dibawah ini. Centang pilihan Convariance Matrix dan Collinearity diagnostics. Sedangkan pilihan lainnya, hilangkan centang atau jangan dicentang.

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS - kabarito.com

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS – kabarito.com

Setelah itu, Klik continue. Berikut tampilan akhir dari pengaturan diatas. Silahkan klik Ok.

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS - kabarito.com

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS – kabarito.com

6. Memindahkan Output

Setelah langkah-langkah diatas dilakukan dengan baik, maka output akan keluar pada jendela baru. Berikut contoh tampilan output tersebut.

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS - kabarito.com

Uji Multikolinearitas Menggunakan SPSS – kabarito.com

Langkah selanjutnya adalah menyalin output ke lembar kerja di MS-Word. Silahkan klik kanan pada tabel, lalu pilih copy, terakhir tempelkan ke lembar kerja di MS-Word.

7. Menganalisis Output

Setelah output disalin ke lembar kerja di MS-Word, Langkah selanjutnya adalah menganalisisnya. Hasil analisis output tersebut dapat dijadikan sebagai bahan untuk keperluan pengambilan keputusan atau untuk keperluan lain. Sebab output data setelah diolah dengan SPSS masih merupakan data mentah, Namun setelah di analisis, maka barulah dapat menjadi sebuah informasi yang berguna. Contoh analisis tersebut dapat dilihat pada halaman berikutnya.

Mungkin Anda juga menyukai